Panen satu ton jagung di Cemorokandang, polisi dampingi petani memperkuat produktivitas lahan dan ketahanan pangan masyarakat. (Foto : ist/polri)
Malang, jatimreport.com – Sekitar satu ton jagung kering berhasil dipanen dari lahan seluas 1.200 meter persegi milik petani di Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Selasa (13/10/2026).
Hasil panen tersebut mendapat pendampingan langsung dari Bhabinkamtibmas Cemorokandang Aiptu Kholil bersama Kanit Binmas Polsek Kedungkandang Ipda Agus Widodo sebagai bagian dari dukungan Polri terhadap ketahanan pangan.
Bhabinkamtibmas Cemorokandang Aiptu Kholil bersama Kanit Binmas Polsek Kedungkandang Ipda Agus Widodo mendatangi lahan pertanian milik Sudi di Jalan Sampurno RT 02/RW 02, Selasa (13/10/2026).
Dari lahan seluas sekitar 1.200 meter persegi tersebut, petani memperkirakan dapat menghasilkan sekitar satu ton jagung kering. Polisi ikut membantu proses panen sekaligus berdialog dengan petani mengenai kondisi pertanian yang mereka hadapi.
Polisi Turun Langsung Dampingi Petani
Ipda Agus Widodo mengatakan, pendampingan kepada petani tidak cukup dilakukan melalui komunikasi. Polisi juga perlu melihat langsung aktivitas pertanian serta berbagai kendala yang dihadapi warga di lapangan.
“Kami mendorong petani agar tetap semangat mengembangkan usaha pertanian. Ketahanan pangan membutuhkan keterlibatan bersama, termasuk kepedulian Polri,” jelasnya.
Menurut Agus, produktivitas lahan milik Sudi menunjukkan bahwa lahan pertanian di wilayah perkotaan tetap dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan bahan pangan sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Ia berharap aktivitas pertanian tersebut terus berkembang sehingga semakin banyak warga terdorong memanfaatkan lahan yang tersedia secara produktif.
Kemarau Jadi Tantangan Produktivitas
Selain membantu saat panen, jajaran Polsek Kedungkandang juga memperhatikan tantangan yang dihadapi petani, terutama terkait ketersediaan air selama musim kemarau.
Kebutuhan air menjadi perhatian penting karena kekurangan air dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman, pembentukan tongkol, hingga proses pengisian biji jagung.
Karena itu, petani perlu menyesuaikan waktu tanam, memilih varietas yang sesuai dengan kondisi lahan, menerapkan pemupukan secara tepat, serta melakukan pengendalian hama dan penyakit.
Polsek Kedungkandang juga terus membangun komunikasi dengan petani dan berkoordinasi dengan penyuluh pertanian maupun instansi terkait ketika warga menghadapi kendala di lapangan.
Pengelolaan sumber air secara efisien menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kelembapan tanah. Petani juga dapat menyesuaikan jadwal pengairan dengan kondisi tanaman dan ketersediaan air.
Panen Jadi Momentum Perkuat Kolaborasi
Panen jagung di lahan Sudi menjadi momentum bagi polisi untuk mempererat kemitraan dengan masyarakat. Kehadiran petugas di tengah aktivitas pertanian sekaligus membuka ruang komunikasi mengenai kebutuhan petani.
Polri juga mendorong petani agar memanfaatkan akses informasi dan pendampingan dari kelompok tani, penyuluh, pemerintah kelurahan, serta instansi terkait, termasuk terkait benih, pupuk dan sarana pengairan.
Melalui pendampingan tersebut, Polsek Kedungkandang berupaya memastikan program ketahanan pangan tidak berhenti pada kegiatan panen.
Kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat membantu petani menjaga produktivitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka.Hasil panen sekitar satu ton jagung dari lahan Sudi menjadi salah satu bukti pemanfaatan lahan secara produktif di Cemorokandang.
Polisi berharap semangat bertani masyarakat terus tumbuh dan memberi kontribusi terhadap ketersediaan pangan.






