Ribuan cahaya tanpa sampah. Flashlight Mob Gen 26 UMM buktikan kreativitas ramah lingkungan lewat harmoni doa untuk negeri. (Foto : istimewa)
Malang, Jatimreport.com — Ribuan cahaya dari gawai menerangi kawasan Helipad Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Senin malam. Lebih dari 5.600 mahasiswa baru Generasi 2026 (Gen 26) tidak sekadar mengikuti penyambutan biasa. Mereka menyuguhkan pertunjukan Flashlight Mob yang sarat pesan keprihatinan kemanusiaan dan pelestarian alam.
Formasi cahaya yang ditampilkan dirancang layaknya motion picture raksasa. Koordinator FlashMob UMM, Jamroji, S.Sos., M.Comms., menyampaikan bahwa tema tahun ini mengusung kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
“Formasi yang kami hadirkan adalah formasi keprihatinan. Kami menampilkan doa untuk daerah-daerah yang dilanda bencana, mulai dari ‘Pray for NTT’, ‘Pray for Sade’, ‘Pray for Sumatera’, hingga ‘Pray for Kalimantan’,” ujar Jamroji yang telah mengawal formasi mahasiswa baru UMM sejak 2014.

Kepala Humas UMM, Maharina Novia Zahro, M.I.Kom., menjelaskan bahwa mahakarya ini memanfaatkan pancaran flash gawai ribuan peserta. Di tengah helipad yang digelapkan, para mahasiswa baru menyalakan senter ponsel secara serentak mengikuti panduan presisi.”Konsep ini dirancang matang agar tidak membebani kantong mahasiswa, tetapi tetap mengutamakan kreativitas. Pesmaba berjalan menyenangkan tanpa biaya besar,” jelas Maharina.
Kelima formasi tersebut digabungkan menjadi satu rangkaian gerakan cahaya yang hidup. Setiap formasi membutuhkan lima hingga tujuh konfigurasi gambar untuk menciptakan efek animasi yang mulus. Untuk merepresentasikan Kalimantan, Flashlight Mob membawa pesan reboisasi—dari kondisi hutan gundul, penanaman benih, pertumbuhan, hingga kembali hijau. Rangkaian itu ditutup dengan pesan besar, “Green Today, Alive Future”. Atraksi ini semakin semarak dengan perpaduan tari api di area jembatan dan tari air di helipad.
Sebagai perbandingan, formasi yang menggunakan kertas warna atau caping dapat menghabiskan biaya Rp35.000 hingga Rp150.000 per orang. Flashlight Mob terwujud jauh lebih hemat. Langkah ini juga merupakan manifestasi semangat Green and Clean UMM yang digalakkan sejak 2009. Tanpa kertas atau material sekali pakai, UMM berhasil mencegah timbunan sampah massal.
Sejak 2022, pelaksanaan digeser ke sore hari untuk membebaskan mahasiswa dari terik matahari. Perubahan itu justru melahirkan inovasi Flashlight Mob yang meriah. Melalui harmoni cahaya, doa untuk negeri, dan pesan kelestarian alam, Flashlight Mob Gen 26 menciptakan pengalaman tak terlupakan sekaligus menumbuhkan kebanggaan sebagai keluarga besar Kampus Putih. (Lee)



