UNITRI Kini Punya Kampus 3, Fakultas Pertanian Pindah ke Agro Edupark Wagir

Pendidikan8 Dilihat

Fakultas Pertanian UNITRI pindah ke Agro Edupark, 13 hektare jadi laboratorium hidup. (Foto: lee)

Malang, jatimreport.com – Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang menambah lokasi kampus barunya. Kampus 3 yang khusus menaungi Fakultas Pertanian itu diresmikan di kawasan Agro Edupark, Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Rabu (16/9/2026).

Berbeda dari kampus konvensional, Kampus 3 UNITRI dirancang menyatu dengan lahan pertanian. Mahasiswa Fakultas Pertanian tidak lagi hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga terjun langsung ke sawah, kandang, dan kebun untuk praktik, riset, hingga pemberdayaan warga sekitar.

Peresmian ditandai penandatanganan prasasti oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Malang, Prasetyani Arum Anggorowati, S.H., M.Hum., mewakili Bupati Malang. Acara dilanjutkan dengan pemotongan pita bersama Rektor UNITRI, Prof. Dodi Wirawan Irawanto, S.E., M.Com., Ph.D., dan sejumlah pejabat daerah.

Rektor UNITRI, Prof. Dodi Wirawan Irawanto, menegaskan bahwa pembangunan Kampus 3 bukan proyek penambahan ruang kuliah semata. Kawasan seluas 13 hektare itu disiapkan sebagai living laboratory atau laboratorium hidup bagi mahasiswa dan dosen.“Pertanian bukan hanya soal menghasilkan pangan. Di dalamnya ada ketahanan pangan, kesejahteraan petani, ekonomi desa, kelestarian alam, dampak perubahan iklim, sampai keberlanjutan hidup generasi mendatang,” ujarnya.

Menurut Dodi, ilmu pertanian tidak bisa dipelajari hanya dari buku dan kelas. Mahasiswa perlu mengenal langsung tanah, air, tanaman, teknologi, pasar, hingga pengalaman para petani. Karena itu, Agro Edupark UNITRI diarahkan menjadi ruang terbuka untuk belajar, riset terapan, inovasi, pemberdayaan, dan kolaborasi. “Di tempat inilah teori bertemu praktik. Kampus 3 harus tumbuh sebagai laboratorium hidup bagi pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” jelasnya.

Kampus 3 UNITRI saat ini menampung tiga program studi, yakni Agribisnis, Agroteknologi, dan Peternakan, dengan total sekitar 480 mahasiswa. Prodi Agribisnis dan Agroteknologi telah berakreditasi unggul.Fasilitas pendukung juga disiapkan, termasuk lima laboratorium—dua laboratorium peternakan dan tiga laboratorium pertanian—serta rumah susun mahasiswa.

Dodi menambahkan, setiap dosen Fakultas Pertanian akan diberi tanggung jawab mengelola satu lahan untuk praktikum dan penelitian. Pengelolaannya diharapkan melibatkan masyarakat sekitar sehingga menjadi model ekonomi sirkular dalam skala kawasan. Lahan Agro Edupark juga tidak dibatasi untuk komoditas tertentu. Kawasan itu terbuka bagi mitra UNITRI yang ingin melakukan riset dan pengembangan pertanian bersama dosen dan mahasiswa.“Kami ingin Agribisnis yang unggul tidak berhenti di jurnal, tetapi juga menghidupkan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Malang, Prasetyani Arum Anggorowati, menyambut baik kehadiran Kampus 3 UNITRI. Menurutnya, kampus itu bisa mendukung sektor pertanian sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah.“Harapannya kampus ini atau mahasiswa-mahasiswanya dapat mendukung pertanian yang ada di wilayah Kabupaten Malang,” katanya.

Pemkab Malang membuka peluang kerja sama melalui pengabdian kepada masyarakat, termasuk Kuliah Kerja Nyata (KKN), yang melibatkan organisasi perangkat daerah sesuai bidangnya—mulai tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, kesehatan hewan, hingga perikanan.

Prasetyani menilai ekspansi UNITRI di Kabupaten Malang juga memperluas akses pendidikan tinggi bagi warga, sekaligus memberi peluang bagi lulusan SMA untuk melanjutkan studi, khususnya di bidang pertanian.“Ini juga bisa menarik adik-adik yang baru lulus SMA untuk masuk, khususnya di Fakultas Pertanian,” pungkasnya.(Lee)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *