BMKG menyebut atmosfer kering, minim awan, El Nino, dan IOD membuat Malang Raya terasa lebih panas. (Foto : ai)
Malang, jatimreport.com – Cuaca panas terasa lebih menyengat di wilayah Malang Raya dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut dipengaruhi atmosfer yang kering dan minimnya tutupan awan.
Atmosfer Kering Picu Suhu Siang Lebih Panas
Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Karangploso Malang, Linda Fitrotul, mengatakan kondisi atmosfer pada periode 2–8 Oktober 2026 relatif kering. Minimnya tutupan awan membuat pemanasan permukaan berlangsung lebih kuat, terutama pada siang hari.
“Kondisi panas dan kering ini masih terjadi hingga beberapa hari ke depan. Minim tutupan awan membuat pemanasan permukaan lebih kuat sehingga suhu maksimum siang hari terasa lebih panas,” kata Linda, Senin (5/10/2026).
Menurutnya, posisi gerak semumatahari yang berada di sekitar selatan ekuator turut membuat penerimaan radiasi matahari cukup kuat di wilayah Jawa. Kondisi ini ikut meningkatkan suhu permukaan pada siang hari.
El Nino dan IOD Positif Turut Berpengaruh
Selain kondisi atmosfer yang kering, El Nino yang masih berlangsung serta Indian Ocean Dipole (IOD) positif turut berkontribusi terhadap berkurangnya suplai uap air ke wilayah Indonesia.
Dampaknya, pembentukan awan dan hujan menjadi lebih terbatas. Kondisi tersebut membuat wilayah Malang Raya lebih mudah mengalami peningkatan suhu pada siang hari, terutama ketika langit cerah.
“Meski secara geografis Malang Raya berada di dataran tinggi, siang hari tetap terasa panas saat langit cerah dan tutupan awannya sedikit,” ujarnya.
Panas Berangsur Menurun Saat Awan Bertambah
BMKG memperkirakan intensitas panas akan menurun secara bertahap seiring meningkatnya pertumbuhan awan dan peluang hujan. Namun, cuaca panas menyengat masih berpotensi terjadi pada hari-hari tertentu selama masa peralihan atau pancaroba.
“Penurunan intensitas panas diperkirakan terjadi secara bertahap, seiring meningkatnya pertumbuhan awan dan peluang hujan. Namun, kondisi panas masih dapat terjadi pada hari-hari tertentu selama masa peralihan,” tandasnya.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kondisi cuaca panas, terutama saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari. (Lee)






