Sebanyak 25 daerah di Jawa Timur menghadapi krisis air, pemerintah memperkuat distribusi dan modifikasi cuaca. (Foto : ai)
Sumenep, jatimreport.com – Krisis air bersih masih melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur. Hingga Oktober 2026, sebanyak 25 kabupaten/kota telah menetapkan status tanggap darurat akibat kekeringan yang terjadi selama musim kemarau.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat penanganan dengan sejumlah langkah, mulai dari distribusi air bersih hingga Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mendorong turunnya hujan di wilayah yang membutuhkan.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, OMC telah berjalan sejak 6 September 2026. Pelaksanaan operasi tersebut menyesuaikan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait keberadaan awan yang berpotensi menghasilkan hujan.
“Sejak 6 September kita melakukan OMC. Kalau BMKG menyampaikan ada titik-titik awan potensial, kita akan mengikuti dengan operasi modifikasi cuaca,” ujar Khofifah saat menghadiri kegiatan Sapa Bansos dan bakti sosial di Pantai Slopeng, Sumenep, Rabu (14/10/2026).
Pemprov Petakan Sumber Air
Selain mengandalkan rekayasa cuaca, Pemprov Jatim memetakan sumber air yang masih bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak kekeringan.
Khofifah mengatakan, pemerintah mencari sumber air terdekat dengan mempertimbangkan kondisi geografis masing-masing wilayah. Upaya tersebut juga mencakup identifikasi lokasi yang memungkinkan untuk pembangunan sumur sebagai sumber air alternatif.
Menurutnya, kebutuhan penanganan setiap daerah berbeda. Sejumlah wilayah masih dapat memperoleh pasokan dari sumber air di sekitar permukiman, sedangkan daerah lainnya membutuhkan distribusi air dari lokasi yang lebih jauh.
Pemprov Jatim juga terus mengirimkan bantuan air bersih ke daerah yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Distribusi dilakukan sebagai langkah cepat selama masyarakat menghadapi keterbatasan sumber air.
Khofifah berharap kolaborasi pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat dapat mempercepat penanganan krisis air. Ia juga mengajak masyarakat melaksanakan salat istiska sebagai ikhtiar dan doa agar hujan segera turun di berbagai wilayah Jawa Timur.
Pemerintah memastikan penanganan kekeringan terus dilakukan agar kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses terhadap air bersih, tetap terpenuhi selama musim kemarau. (Lee)






