Polresta Malang Kota petakan wilayah rawan banjir dan longsor untuk mengantisipasi ancaman musim hujan. (Foto : ist)
Malang, jatimreport.com – Memasuki musim hujan, Polresta Malang Kota memperkuat langkah antisipasi banjir dan tanah longsor dengan memperbarui peta rawan bencana di lima kecamatan. Langkah ini melibatkan pemerintah daerah, TNI, BPBD, relawan, hingga masyarakat.
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo PS menegaskan, pemetaan wilayah menjadi langkah penting agar seluruh instansi dapat mengenali potensi bencana dan menentukan penanganan sejak dini.
Hal tersebut disampaikan Danang seusai memimpin Apel Siaga Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi bersama 357 personel gabungan di Lapangan Buring, belakang GOR Ken Arok, Kecamatan Kedungkandang, Jumat.
Pemetaan Menjangkau Tingkat Kelurahan
Danang menjelaskan, BPBD telah menyusun peta rawan bencana hingga tingkat kelurahan. Namun, seluruh instansi perlu memperbarui data tersebut dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi lingkungan.
Perubahan kawasan permukiman, kondisi saluran drainase, hingga pembangunan infrastruktur dapat memengaruhi tingkat kerawanan suatu wilayah.
Karena itu, koordinasi antara lurah, camat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, kapolsek, dan Danramil perlu berjalan aktif untuk mempercepat pertukaran informasi.
Lowokwaru dan Kedungkandang Jadi Perhatian
Sejumlah kawasan di Kecamatan Lowokwaru dan Kedungkandang masuk dalam perhatian, terutama wilayah yang memiliki aliran sungai dan berpotensi mengalami kenaikan debit air.
Danang juga menyoroti upaya normalisasi aliran sungai dan pengangkatan sedimentasi sebagai bagian dari pencegahan banjir. Pengalaman bencana pada tahun sebelumnya menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat mitigasi.
Selain kondisi wilayah Kota Malang, perkembangan aktivitas Gunung Semeru dan Gunung Bromo turut menjadi perhatian dalam memantau dinamika lingkungan dan cuaca.
Siapkan Posko Jika Bencana Terjadi
Untuk mempercepat penanganan, setiap instansi akan menjalankan koordinasi awal melalui kantor masing-masing. Namun, ketika kondisi darurat membutuhkan penanganan bersama, petugas akan mendirikan posko terpadu langsung di lokasi kejadian.
Danang menegaskan, kesiapan personel dan komunikasi lintas instansi menjadi faktor penting dalam menghadapi kemungkinan bencana.
“Kegiatan ini merupakan konsolidasi bersama untuk mempersiapkan langkah antisipasi apabila terjadi bencana hidrometeorologi. Seluruh unsur harus saling berkoordinasi dan memantau perkembangan situasi di wilayah Kota Malang,” ujarnya.
Waspadai Ancaman Penyakit Saat Musim Hujan
Selain banjir dan tanah longsor, Danang mengingatkan masyarakat terhadap ancaman penyakit yang meningkat selama musim hujan.
Demam berdarah dengue (DBD), diare, dan gangguan kesehatan lainnya perlu mendapat perhatian. Karena itu, upaya kesiapsiagaan juga harus mencakup perlindungan kesehatan masyarakat.
Melalui pemetaan wilayah, koordinasi lintas instansi, dan kesiapan personel, Polresta Malang Kota berharap petugas dapat merespons bencana secara cepat dan tepat sasaran.
Danang menekankan bahwa penanggulangan bencana membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Evaluasi kejadian sebelumnya juga harus menjadi dasar untuk memperkuat mitigasi dan menjaga keselamatan warga. (Lee)






