Damkar Tangani 116 Kebakaran, Evakuasi Ular Dominan

Utama Jatim5 Dilihat

petugas Damkar Kota Malang sedang berusaha padamkan api. (foto : ist/damkar)

Malang, jatimreport.com – UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang mencatat 116 kejadian kebakaran sepanjang Triwulan III 2026, periode Juli hingga September. Selain pemadaman, petugas juga menangani berbagai operasi penyelamatan atau rescue, yang pada September didominasi evakuasi satwa, terutama ular.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang, Pandu Rizki Dharmawan, mengatakan kegiatan rescue yang dilakukan petugas mencakup tiga aspek, yakni penyelamatan manusia, satwa, serta harta benda atau barang lainnya.

“Untuk rescue atau penyelamatan ini ada tiga aspek, yaitu manusia, satwa, serta harta benda lainnya,” kata Pandu.

Petugas damkar evakuasi ular yang masuk ke rumah warga pandanwangi. (Foto : lee)

September, Evakuasi Ular Mendominasi

Menurut Pandu, operasi penyelamatan pada September 2026 paling banyak berkaitan dengan satwa, khususnya ular. Kondisi tersebut banyak ditemukan di kawasan permukiman yang berada di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) maupun berdekatan dengan kebun.

Pandu menjelaskan, terdapat sejumlah faktor yang membuat ular masuk ke rumah atau kawasan permukiman. Salah satunya karena ular mencari mangsa seperti tikus, ayam, dan burung.

Selain itu, ular juga mencari tempat persembunyian atau perlindungan akibat habitat alaminya yang semakin terbatas karena perkembangan pembangunan. Ular juga dapat terbawa aliran air atau sungai hingga masuk ke kawasan permukiman.

“Ular masuk ke rumah atau permukiman karena beberapa faktor, di antaranya mencari mangsa, mencari persembunyian akibat semakin terbatasnya habitat, serta terbawa aliran air atau sungai,” jelasnya.

Warga Diminta Jaga Kebersihan Lingkungan

Untuk mencegah ular masuk ke rumah, Pandu mengimbau masyarakat menjaga kebersihan rumah dan lingkungan. Lingkungan yang kotor berpotensi menjadi tempat ular mencari mangsa maupun berlindung.

Masyarakat juga diimbau tidak membangun permukiman di sepanjang DAS serta tidak merusak habitat satwa di alam liar.

“Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan menjadi salah satu upaya mencegah ular masuk. Selain itu, jangan merusak habitat satwa di alam liar,” ujarnya.

Petugas Dibekali Pelatihan Rescue

Pandu menegaskan, proses evakuasi satwa, termasuk ular, memiliki risiko keselamatan bagi petugas. Karena itu, setiap penanganan dilakukan berdasarkan standar operasional prosedur (SOP).

SOP tersebut bertujuan memastikan keselamatan petugas, warga, sekaligus satwa yang dievakuasi. Petugas Damkar Kota Malang juga telah mendapatkan pendidikan dan pelatihan (diklat) rescue.

Selain pelatihan, kemampuan petugas terus diasah melalui latihan rutin secara internal di Mako Damkar Kota Malang.

“Petugas bekerja berdasarkan SOP untuk menunjang keselamatan, baik petugas, warga, maupun satwa yang akan dievakuasi. Petugas juga sudah dibekali diklat rescue dan latihan rutin secara internal,” pungkas Pandu.

Kebakaran Triwulan III Capai 116 Kejadian

Sementara itu, berdasarkan infografis UPT Damkar Kota Malang, dari 116 kejadian kebakaran sepanjang Triwulan III 2026, sebanyak 74 kejadian atau 64 persen terjadi pada lahan.

Kedungkandang menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni 34 kasus, disusul Lowokwaru 33 kasus, Sukun 24 kasus, Blimbing 16 kasus, dan Klojen delapan kasus.

Dari sisi penyebab, sabotase atau kesengajaan menjadi faktor tertinggi dengan 50 kejadian, disusul perambatan api atau panas 24 kejadian, kelalaian 10 kejadian, serta korsleting listrik delapan kejadian.

Total kerugian akibat kebakaran mencapai sekitar Rp2,168 miliar, sedangkan aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai Rp6,504 miliar. (lee)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *