KAI Daop 8 Siapkan 6.104 Kursi, Jadi Andalan Masyarakat Malang di Tengah Ancaman Abu Krakatau

Kota Malang, Jatimreport.com — Di tengah kekhawatiran dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 Surabaya justru mencatat lonjakan luar biasa jumlah penumpang di Stasiun Malang. Pada hari ini saja, Senin (7/9), KAI menyiapkan 6.104 tempat duduk untuk berbagai tujuan guna mengakomodir kebutuhan transportasi masyarakat yang meningkat drastis.

Angka itu bukan tanpa alasan. Pada Minggu (6/9) kemarin, Stasiun Malang melayani 6.785 pelanggan naik dan turun—melonjak 15 persen dibandingkan pekan sebelumnya yang hanya 5.903 pelanggan. Bahkan hingga pukul 08.30 WIB hari ini, sudah tercatat 5.740 pelanggan naik dan turun, dengan rincian 2.597 pelanggan naik dan 3.143 pelanggan turun.

Ribuan orang tampak memadati stasiun, menandakan tingginya mobilitas warga yang membutuhkan moda transportasi aman di tengah situasi darurat. Tak hanya rute dalam Pulau Jawa, KAI Daop 8 juga mengerahkan empat perjalanan kereta tujuan Jakarta dengan total 1.890 kursi.

Keempat kereta tersebut menjadi primadona bagi masyarakat yang hendak menuju ibu kota:

1. KA Jayabaya (Malang–Pasarsenen), berangkat pukul 13.45 WIB

2. KA Gajayana (Malang–Gambir), berangkat pukul 14.55 WIB

3. KA Brawijaya (Malang–Gambir), berangkat pukul 16.00 WIB

4. KA Majapahit (Malang–Pasarsenen), berangkat pukul 17.45 WIB

“Kami terus menyesuaikan kapasitas dan pelayanan demi memastikan kebutuhan perjalanan masyarakat terakomodir dengan baik. Keselamatan tetap yang utama,” ujar Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, dalam siaran persnya.

Seiring potensi paparan abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau, KAI mengimbau para pelanggan untuk memakai masker, terutama saat berada di luar ruangan atau area yang berpotensi terdampak debu vulkanik.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, asalkan tetap mengikuti informasi resmi dari KAI dan menjaga kesehatan selama perjalanan,” tutup Mahendro.Dengan berbagai langkah ini, KAI membuktikan diri bukan sekadar moda transportasi, tetapi juga garda terdepan dalam menghadapi situasi darurat. (Lee)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *