KONI Kota Malang Bidik Juara Umum Porprov Jatim, 222 Emas Jadi Target

KONI Kota Malang menggelar bimbingan teknis bagi guru olahraga SD dan SMP untuk menjaring bibit atlet berprestasi menuju Porprov Jawa Timur. (Foto : lee)

Kota Malang, jatimreport.com — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang mulai menyiapkan regenerasi atlet sejak tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat prestasi Kota Malang pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur.

Ketua KONI Kota Malang, Djoni Sudjatmoko, mengatakan pembinaan atlet tidak bisa dilakukan secara instan. Menurutnya, mayoritas atlet Kota Malang berasal dari lingkungan sekolah sehingga peran guru olahraga sangat penting dalam menemukan potensi sejak usia dini.“Intinya, atlet-atlet Kota Malang semuanya dari sekolah. Ada juga yang dari kampus-kampus. Untuk SD dan SMP ini utamanya untuk Porprov 2029 dan 2031,” ujar Djoni.

KONI Kota Malang kini mendorong kolaborasi dengan guru-guru olahraga untuk memetakan siswa yang memiliki potensi di berbagai cabang olahraga. Pemetaan tersebut dinilai penting agar atlet yang diproyeksikan untuk Porprov mendatang dapat dipersiapkan sejak jauh hari.

Djoni mengatakan, target jangka panjang KONI Kota Malang adalah mampu menggeser dominasi Kota Surabaya dalam persaingan olahraga di Jawa Timur. Target tersebut diharapkan mulai terealisasi pada Porprov 2029. “Target kita maksimum 2031 sudah harus mampu mengalahkan Surabaya, di daerah netral, bukan di Malang dan bukan juga di Surabaya. Harapannya 2029 kita sudah mampu. Kalau meleset, 2031 sudah batas akhir kita harus mampu menjadi nomor satu di Jawa Timur,” tegasnya.

Untuk mencapai target tersebut, KONI tidak hanya mengandalkan pembinaan atlet. Ketersediaan sarana dan prasarana olahraga di sekolah juga menjadi perhatian. Sekolah yang masih memiliki keterbatasan fasilitas akan dipetakan dan dikoordinasikan bersama pemerintah daerah.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan Pemerintah Kota Malang mendukung target yang telah ditetapkan KONI. Menurutnya, siswa dan siswi berpotensi menjadi sumber regenerasi atlet yang nantinya memperkuat Kota Malang dalam berbagai ajang olahraga. “Targetnya sama seperti yang ditetapkan oleh KONI. Nanti dari siswa-siswi ini akan menjadi bibit-bibit yang mewakili Kota Malang dalam Porprov,” kata Wahyu.

Wahyu menilai guru olahraga memiliki posisi strategis karena mereka berinteraksi langsung dengan siswa dan mengetahui kemampuan masing-masing anak. Karena itu, hasil pemetaan dari sekolah akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan pembinaan atlet.

Selain kemampuan atlet, Pemerintah Kota Malang juga akan memperhatikan kebutuhan fasilitas olahraga. Jika ditemukan sekolah yang sarana dan prasarananya belum memadai, kebutuhan tersebut akan dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata, serta KONI Kota Malang.

Djoni menyebut potensi atlet dari sekolah di Kota Malang sebenarnya cukup besar. Hampir seluruh cabang olahraga memiliki atlet yang berasal dari kalangan pelajar. Tantangannya adalah melakukan pemetaan dan pembinaan secara tepat agar potensi tersebut dapat berkembang menjadi prestasi. “Jadi hampir semua cabang olahraga ada dari siswa-siswinya. Tinggal kita memilih saja,” ujarnya.

Selain pembinaan atlet, peningkatan kapasitas guru olahraga juga menjadi bagian dari strategi tersebut. Guru diharapkan mendapatkan pembinaan sehingga mampu mendampingi dan mengembangkan kemampuan siswa sesuai dengan cabang olahraga yang ditekuni.

KONI Kota Malang juga telah menetapkan target perolehan 222 medali emas. Target tersebut disebut telah melalui perhitungan berdasarkan potensi dan kemampuan atlet yang dimiliki Kota Malang. “Target 222 emas. KONI sudah dengan perhitungan yang matang dengan kemampuan-kemampuan yang ada di Kota Malang,” kata Djoni.

Dengan pemetaan atlet sejak usia sekolah, KONI Kota Malang berharap regenerasi atlet berjalan lebih terarah. Pembinaan jangka panjang tersebut sekaligus menjadi fondasi untuk mewujudkan ambisi Kota Malang menjadi kekuatan olahraga nomor satu di Jawa Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed