KAI Daop 8 Surabaya Tambah Perjalanan KA ke Jakarta Imbas Erupsi Krakatau

Surabaya, Jatimreport.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya menambah perjalanan kereta api dari Stasiun Surabaya Pasarturi ke Stasiun Gambir, Jakarta, sebagai respons atas terganggunya moda transportasi lain akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Penambahan jadwal tersebut berlaku mulai hari ini, Senin (7/9/2026), melalui pengoperasian Kereta Api Tambahan Surabaya Pasarturi–Gambir yang berangkat pukul 14.10 WIB. “Penambahan ini merupakan bentuk kesiapan KAI dalam menyediakan layanan transportasi alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan perjalanan ke Jakarta, khususnya dalam kondisi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau,” ujar Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, dalam keterangan tertulisnya.

Kereta tambahan tersebut terdiri atas 3 kereta kelas eksekutif dan 6 kereta kelas ekonomi new generation dengan total kapasitas 582 tempat duduk. Selain menambah jadwal baru, KAI Daop 8 Surabaya juga meningkatkan kapasitas Kereta Api Anggrek pada keberangkatan malam pukul 21.15 WIB. Semula rangkaian kereta tersebut membawa 8 kereta kelas eksekutif, ditingkatkan menjadi 9 kereta dengan total kapasitas 450 tempat duduk.

Langkah itu diambil menyusul tingginya volume pelanggan di wilayah Daop 8 Surabaya. Pada Minggu (6/9), tercatat 40.723 pelanggan naik dan turun, meningkat 8 persen dibandingkan Minggu pekan sebelumnya yang mencapai 37.657 pelanggan. Hingga pukul 08.30 WIB hari ini, Senin (7/9), tercatat 39.312 pelanggan, dengan rincian 17.029 pelanggan naik dan 22.283 pelanggan turun.

KAI Daop 8 Surabaya menyatakan terus memantau kondisi operasional serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan aspek keselamatan dan keamanan perjalanan tetap terpenuhi. Masyarakat diimbau untuk memesan tiket melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi KAI, atau kanal penjualan resmi lainnya, serta memantau informasi jadwal terbaru secara berkala.”Kami akan terus memberikan pelayanan terbaik dan melakukan penyesuaian operasional apabila diperlukan, dengan tetap mengutamakan keselamatan perjalanan,” tutup Mahendro. (Lee)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *