Bukan Garis Akhir! Mendikdasmen Siapkan Juara OSN 2026 ke Ajang Internasional

Pendidikan13 Dilihat

Abdul Mu’ti pastikan juara OSN 2026 dapat pembinaan lanjut dan seleksi ulang internasional. (Foto : istimewa)

Malang, jatimreport.com – Menjadi juara di Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pendidikan Menengah (Dikmen) 2026 ternyata bukan garis akhir. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan jalan lanjutan bagi para peraih medali untuk menembus panggung sains internasional.

Kepastian itu disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., saat menutup dan menganugerahkan medali OSN Dikmen 2026 di Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (19/9/2026). Di hadapan para finalis, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa medali yang mereka raih hari itu adalah pintu masuk menuju pembinaan tingkat lanjut. Para juara akan mengikuti program pembinaan sebelum diseleksi ulang untuk mewakili Indonesia di berbagai kompetisi sains dunia.

“Para pemenang ini tidak hanya mendapatkan hadiah berupa uang tadi, tapi juga kesempatan untuk mendapatkan pembinaan, tentu setelah semuanya melalui seleksi ulang oleh kementerian,” ujarnya.

Bukan Sekadar KompetisiMenurut Mendikdasmen, OSN merupakan bagian dari strategi besar Kemendikdasmen untuk mendorong prestasi akademik sekaligus mengasah potensi murid di berbagai jenjang. Pengalaman bertanding di level nasional diharapkan menjadi bekal untuk terus belajar dan menapaki jenjang prestasi berikutnya.

Ia juga berpesan agar kemampuan sains tidak berhenti pada pencapaian akademik semata. Sains, katanya, perlu dikaitkan dengan kekayaan alam, hayati, nabati, hingga sosial budaya Indonesia. Dengan begitu, ilmu pengetahuan dan teknologi bisa menghasilkan nilai tambah dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Tantangan besar berikutnya yang harus diantisipasi generasi muda adalah perkembangan kecerdasan artifisial (AI). Abdul Mu’ti menekankan tiga kemampuan penting yang harus dikuasai peserta didik.

“Kami menekankan paling tidak tiga hal, yaitu how to master AI, bagaimana menguasai AI, kemudian how to work with AI, bagaimana dapat bekerja dengan AI, dan yang ketiga how to go beyond AI, bahwa anak-anak itu harus melampaui AI,” terangnya.

Hadiah Tidak BerkurangDi tengah isu pemangkasan anggaran, Mendikdasmen memastikan tidak ada pengurangan hadiah bagi para juara OSN 2026. Peraih medali emas, perak, dan perunggu jenjang SMA, MA, SMK, MAK dan sederajat masing-masing menerima Rp25 juta, Rp20 juta, dan Rp15 juta. Sementara itu, jenjang SD/MI/sederajat serta SMP/MTs/sederajat mendapatkan Rp15 juta untuk emas, Rp10 juta untuk perak, dan Rp5 juta untuk perunggu.

UMM Kembali DipercayaKepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen, Dr. Maria Veronica Irene Herdjiono, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa UMM kembali dipercaya menjadi tuan rumah OSN untuk kedua kalinya. Menurutnya, pelaksanaan kompetisi di lingkungan kampus memberikan pengalaman akademik tersendiri bagi peserta.

Selain berkompetisi, para peserta mengikuti Bina Talenta Indonesia (BTI) Kolaboratif sebagai ruang mengembangkan kemampuan melalui kolaborasi lintas bidang. Pengalaman itu menjadi bagian dari proses pembinaan talenta yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pengembangan kemampuan peserta.

“Universitas Muhammadiyah Malang telah berhasil menjadi tuan rumah untuk yang kedua kalinya dan sangat dirasakan oleh adik-adik semua atmosfer akademik ketika mereka melakukan kompetisi di tempat yang memang mereka bisa melaksanakannya secara tepat,” paparnya.

Dengan rangkaian penghargaan, pembinaan, dan seleksi lanjutan tersebut, OSN 2026 menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan para talenta sains Indonesia untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membuka peluang berkompetisi di tingkat internasional. (Lee)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *