Karhutla Tahura Soerjo meluas, jalur pendakian Arjuno-Welirang dan Anjasmoro ditutup demi keselamatan masyarakat. (Foto : ai)
Surabaya, jatimreport.com – kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) R. Soerjo terus mendapat penanganan intensif. Hingga Sabtu, 17 Oktober 2026, area terbakar di wilayah Kabupaten Mojokerto tercatat mencapai 170,39 hektare.
Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengambil langkah antisipasi dengan menutup seluruh jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang dan Anjasmoro. Penutupan berlaku mulai 17 Oktober 2026 hingga adanya pemberitahuan lebih lanjut.
Puluhan Personel Dikerahkan
Kepala Dinas Kehutanan Jawa Timur Jumadi menyebut penanganan karhutla melibatkan personel lintas unsur. Polisi Kehutanan, Manggala Agni, masyarakat peduli api, masyarakat mitra polisi kehutanan, relawan, dan warga setempat diterjunkan ke sejumlah lokasi.
Dukungan juga diberikan BPBD, TNI, Polri, serta pemerintah daerah. Strategi pengendalian disesuaikan dengan kondisi medan dan tingkat risiko di masing-masing titik.
Di Mojokerto, titik kebakaran terpantau di Gunung Kukusan, Putuk Kencur, Putuk Duro, Putuk Sembung, dan Bukit Cendono. Sebanyak 80 personel berada di lapangan untuk mengendalikan api dan mencegah perambatan.
Sementara di wilayah Pasuruan, kebakaran terpantau di Puthuk Bulak, Guo Gambir, Blok Tungwulung, Blok Anjat, dan Gunung Ringgit. Sebanyak 54 personel dilibatkan dalam penanganan. Luas area terdampak masih belum dapat dipastikan karena proses pemadaman dan pendataan berlangsung.
Penyisiran Tetap Dilakukan
Kebakaran di sebelah utara Pos 2 jalur pendakian Sumber brantas, Kota Batu, telah berhasil dikendalikan. Namun, petugas masih melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kebakaran baru.
Sebanyak 15 personel tambahan dikerahkan untuk proses mop-up. Sebelumnya, 12 personel telah melakukan pengendalian di lokasi tersebut.
Menurut Jumadi, upaya penanganan mencakup pemadaman pada area yang aman dijangkau, pembuatan sekat bakar, serta pemantauan kondisi secara berkala. Data luasan kebakaran juga masih bersifat sementara dan dapat berubah sesuai hasil pendataan lapangan.
Rotasi personel turut diterapkan untuk menjaga kondisi fisik petugas. Evaluasi dari lapangan akan menjadi bahan laporan kepada posko untuk menentukan langkah berikutnya.
Dinas Kehutanan Jawa Timur juga menyiapkan tambahan regu untuk melanjutkan pembuatan sekat bakar dan pemadaman di titik yang masih memungkinkan dijangkau dengan aman.
Masyarakat dan calon pendaki diminta mematuhi penutupan jalur Arjuno-Welirang dan Anjasmoro. Aktivitas memasuki kawasan operasi juga diimbau tidak dilakukan tanpa izin hingga ada pengumuman resmi berikutnya. (Lee)






