Warga binaan Lapas Malang panen perdana 4 kuintal jagung manis, hasilkan keterampilan dan dorong kemandirian produktif. (Foto : ist/ lapas)
Malang, jatimreport.com – Lapas Kelas I Malang memanfaatkan lahan brandgang di sisi selatan untuk mengembangkan pertanian produktif. Panen perdana jagung manis hasil budidaya warga binaan menghasilkan sekitar 4 kuintal.
Panen dilakukan Kamis (1/10), setelah pelaksanaan Upacara Hari Kesaktian Pancasila. Kepala Lapas Kelas I Malang, Christo Victor Nixon Toar, bersama jajaran pejabat struktural meninjau langsung proses panen yang melibatkan 26 warga binaan.
Manfaatkan Lahan Brandgang
Lapas Malang mengembangkan jagung manis varietas Talenta atau hibrida F1 di lahan sekitar 300 meter persegi. Warga binaan terlibat langsung dalam seluruh tahapan, mulai pengolahan lahan, penanaman, perawatan hingga panen.
Christo mengatakan hasil panen perdana tersebut menjadi pijakan awal untuk meningkatkan produksi. Lapas Malang menargetkan hasil panen secara bertahap mencapai 1 ton.
“Panen perdana ini menghasilkan sekitar 4 kuintal jagung. Target kami secara bertahap bisa mencapai 1 ton. Namun, kami tentu bersyukur karena ini merupakan panen perdana dan menjadi bukti bahwa lahan brandgang dapat dimanfaatkan secara produktif dengan berbagai komoditas,” ujar Christo.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya mengejar hasil pertanian. Warga binaan juga mendapatkan pengalaman dan keterampilan yang dapat mereka kembangkan sebagai bekal setelah menjalani masa pembinaan.
Hasil Panen Dipasarkan
Lapas Malang akan menyalurkan hasil panen melalui koperasi dan pemborong untuk dipasarkan. Sebagian jagung digunakan untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas Malang.
Hasil penjualan akan dikelola sesuai mekanisme yang berlaku. Warga binaan yang terlibat dalam kegiatan pertanian juga mendapatkan premi sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka.
Salah satu warga binaan, BS, mengaku senang dapat mengikuti proses budidaya hingga panen. “Ini pertama kalinya kami menanam jagung. Alhamdulillah, kami berhasil panen dan hasilnya cukup memuaskan. Yang membuat kami semakin senang, hasil panen ini bisa dipasarkan ke luar Lapas,” ujarnya.
Melalui program Asimilasi dan Edukasi, Lapas Malang terus mengembangkan pembinaan kemandirian melalui sektor pertanian. Pemanfaatan brandgang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan kerja yang dapat diterapkan setelah kembali ke masyarakat. (Lee)






