Murid SDN 2 Maguan belajar ketahanan pangan dengan menanam kopi dan kedelai bersama warga binaan L’SIMA. (Foto : ist)
Malang, jatimreport.com – Puluhan murid SDN 2 Maguan mendapat pengalaman belajar langsung tentang pertanian dan ketahanan pangan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) L’SIMA Ngajum, Kabupaten Malang. Mereka ikut menanam bibit kopi robusta dan kedelai bersama warga binaan, Sabtu (10/10).
Sebanyak 20 murid didampingi lima guru dan Kepala SDN 2 Maguan Yanti Hartini terlibat dalam kegiatan penanaman. Tak sekadar melihat proses pertanian, para siswa turun langsung menanam bibit bersama warga binaan SAE L’SIMA.
Kegiatan tersebut juga diikuti perwakilan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Efendi Wahyudi, Kepala Lapas Kelas I Malang Christo Victor Nixon Toar, jajaran Lapas Kelas I Malang, serta warga binaan SAE L’SIMA.
Tanam 1.000 Bibit Kopi dan Kedelai
SAE L’SIMA memanfaatkan lahan produktif seluas dua hektare untuk mengembangkan komoditas pertanian. Dalam kegiatan tersebut, pengelola menanam 1.000 bibit kopi robusta dan 20 kilogram benih kedelai.
Efendi Wahyudi mengatakan, pengembangan lahan pertanian tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas SAE L’SIMA sekaligus mendukung program ketahanan pangan.
“Penanaman kopi robusta dan kedelai ini merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan lahan SAE L’SIMA agar semakin produktif dan memberikan manfaat nyata,” kata Efendi.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga mendukung pembinaan warga binaan melalui keterampilan pertanian. Pengembangan lahan dilakukan melalui kerja sama dengan Kementerian Pertanian melalui BRMP Aneka Kacang di Kendalpayak.
Efendi berharap pengelolaan lahan dapat berlangsung secara berkelanjutan sehingga tidak hanya menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga membentuk kemandirian warga binaan.
Jadi Ruang Belajar Anak
Kepala Lapas Kelas I Malang Christo Victor Nixon Toar menilai keterlibatan murid SDN 2 Maguan memberikan warna berbeda dalam kegiatan di SAE L’SIMA.
Jika sebelumnya kunjungan siswa lebih banyak berlangsung dalam konsep outing class, kali ini mereka mendapatkan pengalaman langsung mengolah dan menanam komoditas pertanian.
“Anak-anak bisa merasakan sendiri proses menanam sekaligus belajar tentang pentingnya pertanian dan ketahanan pangan,” ujar Christo.
Ia menyebut SAE L’SIMA tidak hanya berfungsi sebagai tempat asimilasi dan edukasi, tetapi juga dapat menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat. Interaksi antara warga binaan dan para siswa menunjukkan bahwa kegiatan pembinaan dapat memberikan manfaat edukatif di luar lingkungan pemasyarakatan.
Sementara itu, Kepala SDN 2 Maguan Yanti Hartini mengapresiasi kesempatan yang diberikan kepada para siswa. Menurutnya, praktik langsung membuat pembelajaran pertanian lebih mudah dipahami anak-anak.
“Ini merupakan pengalaman yang sangat berharga karena anak-anak dapat mengetahui secara langsung bagaimana proses penanaman dilakukan, bukan sekadar mempelajarinya melalui buku,” kata Yanti.
Ia berharap kegiatan serupa terus berlangsung karena dapat memperkenalkan dunia pertanian sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia sekolah.
Melalui pengembangan kopi robusta dan kedelai, SAE L’SIMA Ngajum tidak hanya mengoptimalkan lahan pertanian, tetapi juga memperkuat pembinaan keterampilan warga binaan. Keterlibatan murid SDN 2 Maguan turut memperluas fungsi SAE L’SIMA sebagai ruang edukasi masyarakat sekaligus mendukung gerakan ketahanan pangan. (Lee)






