KH Marzuqi Mustamar batal umrah setelah dilarang masuk Arab Saudi, sementara keluarganya tetap melanjutkan perjalanan. (Foto : lee)
Malang, jatimreport com – Rencana ibadah umrah KH Marzuqi Mustamar pada 5 Oktober 2026 batal setelah otoritas Arab Saudi melarang dirinya memasuki wilayah negara tersebut. Penolakan itu disampaikan saat mantan Ketua PWNU Jawa Timur tersebut hendak melakukan boarding di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta.
Marzuqi mengungkapkan peristiwa tersebut melalui video yang diunggah di media sosial. Ia mengatakan, pihak terkait memanggilnya ketika proses keberangkatan berlangsung dan menyampaikan bahwa dirinya tidak diperbolehkan masuk ke Arab Saudi.
Padahal, Marzuqi menyebut seluruh dokumen perjalanan, termasuk paspor dan visa, telah lengkap. Namun, kelengkapan administrasi tersebut tidak membuatnya mendapat izin untuk melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.
KJRI Sempat Lakukan Komunikasi
Menurut Marzuqi, pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Riyadh sempat berkomunikasi dengan otoritas keamanan Arab Saudi untuk mencari solusi atas larangan tersebut.
Upaya komunikasi itu, kata dia, berlangsung hingga mendekati waktu keberangkatan. Namun, pihak Indonesia akhirnya mendapat informasi bahwa otoritas Saudi belum memberikan izin kepadanya untuk masuk.
Marzuqi mengaku belum mengetahui alasan pasti di balik keputusan tersebut. Ia hanya menyebut kemungkinan persoalan keamanan atau adanya pihak tertentu yang meminta agar dirinya tidak diperbolehkan memasuki Arab Saudi.
Ia juga membantah sejumlah dugaan yang beredar di masyarakat, termasuk isu mengenai persoalan biro perjalanan umrah maupun pelanggaran keimigrasian. Marzuqi menegaskan dirinya tidak pernah mengelola biro perjalanan umrah dan tidak pernah mengalami overstay di Arab Saudi.
Keluarga Tetap Berangkat Umrah
Meski dirinya gagal berangkat, istri dan anak-anak Marzuqi tetap mendapat izin untuk melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi. Mereka tetap menjalankan rangkaian ibadah umrah sesuai rencana.
Sementara itu, Marzuqi memilih kembali ke Pondok Pesantren Sabilurrosyad, Malang. Ia menyatakan menerima kejadian tersebut dengan tenang dan tidak ingin larangan itu menghalanginya untuk terus menjalankan aktivitas keagamaan.
Menurutnya, kesempatan mendapatkan pahala tidak hanya diperoleh ketika berada di Tanah Suci. Ia menilai kegiatan mengajar dan membina santri di pesantren juga memiliki nilai ibadah.
Marzuqi juga menyampaikan bahwa kekuasaan tidak bersifat kekal. Pernyataan tersebut ia sampaikan ketika menanggapi pihak yang menurutnya mungkin berada di balik larangan masuk ke Arab Saudi.
Alasan Larangan Belum Terungkap
Sampai saat ini, belum ada penjelasan resmi dari otoritas Arab Saudi mengenai alasan Marzuqi tidak diperbolehkan masuk. Kepala Kantor Urusan Haji dan Umrah Kota Malang, Ahmad Subhan, juga menyatakan pihaknya tidak menerima laporan terkait kejadian tersebut.
Ia menegaskan, keputusan mengenai izin masuk atau penolakan terhadap seseorang merupakan kewenangan otoritas imigrasi negara tujuan.
KH Marzuqi Mustamar dikenal sebagai salah satu tokoh agama di Indonesia. Ia pernah menjabat Ketua PWNU Jawa Timur periode 2018–2023 dan kini memimpin Pondok Pesantren Sabilurrosyad di Malang.
Larangan masuk tersebut kemudian menjadi perhatian publik, terutama karena Marzuqi mengaku telah memiliki dokumen perjalanan yang lengkap, sementara alasan resmi dari otoritas Arab Saudi hingga kini belum disampaikan. (Lee)






